Sebagian besar dari kita pasti sudah mafhum dengan puisi I’tiraf Abu Nawas. Puisi yang berisikan ungkapan rasa sesal yang amat dalam akan dosa-dosa itu rasanya sudah akrab di telinga muslim Indonesia, baik melalui bait-bait yang didendangkan dari langgar ke langgar; atau melalui versi yang lebih selow yang didendangkan oleh Almarhum Gus Dur; maupun lewat gubahan nada yang melankolis seperti yang dibawakan Almarhum Uje.
